Cara Berhenti Merokok Part-1

Posted: 03/06/2010 in Other

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dari seorang mantan perokok berat. Dengan menempuh begitu banyak cobaan dan rintangan akhirnya dia berhasil menghentikan kebiasaannya itu. Dari kisah nyata ini mungkin dapat menjadi sesuatu yang baik buat kita semua.

Awalnya saya takut untuk membuat tulisan ini, karena beberapa pertimbangan akhirnya saya beranikan diri untuk mempostingnya. Memang terasa berat dan sulit untuk menghentikan kebiasaan (lebih tepat saya katakan sebagai hobi) merokok khususnya yang terbanyak dilakukan oleh kaum pria (kaum wanita lebih sedikit).

Awal Kisah
Kisah ini adalah pengalaman saya sendiri, dulu saya adalah seorang perokok berat. Saya mampu menghabiskan 2-3 bungkus (satu bungkus 12-16 batang rokok) dalam satu hari, jika saya lagi punya uang. Tetapi tidak setiap hari karena saya bukanlah orang yang banyak uang. Saya mendapatkan uang untuk membeli rokok dengan susah payah dengan memeras otak saya. Pekerjaan saya dulu adalah servis elektronik (tidak saya tekuni lagi karena beberapa hal).

Perkenalan pertama saya pada rokok ketika usia saya ±12 tahun (kelas 6 SD). Saya diperkenalkan kepada rokok oleh teman saya (ditraktir), hingga berlanjut sampai usia saya ±14 tahun (kelas 2 SMP, ditraktir juga). Setelah itu saya berhenti merokok karena mungkin teman saya tidak ada yang merokok serta tidak ada yang mentraktir saya. Sampai usia saya ±17 tahun, dan tepatnya dikelas 2 SMA saya kembali lagi menghisap rokok karena mungkin teman akrab (yang laki-laki) saya semuanya merokok. Dengan alasan ikut-ikutan ini akhirnya saya menjadi perokok aktif yang benar-benar ketergantungan (addicted). Kepala terasa pusing kalau satu hari tidak menghisap rokok (ngisep asap rokok orang laen aja rasanya udah enjoy banget dah :P ).

Penyebab Saya Berhenti Merokok?
Sebagian besar dari kita sudah sama-sama tahu kalau merokok sangat merusak kesehatan dan ekonomi kita. Bukan hanya perokok aktif yang terganggu kesehatannya tetapi orang-orang disekitarnya (perokok pasif) juga terganggu kesehatannya. Setelah saya membaca artikel-artikel tentang rokok (dari berbagai sumber) ternyata kandungan zat racun yang terdapat pada rokok bukan hanya NIKOTIN dan TAR saja seperti yang tertulis pada bungkus rokoknya. Tetapi terdapat banyak sekali zat racun yang terkandung didalamnya (tidak dapat saya tuliskan disini).

Saya pernah melakukan uji coba dengan cara saya sendiri, dengan merendam beberapa batang rokok kedalam air ±1 gelas. Direndam selama ±1 minggu, kemudian air dari hasil rendaman itu saya siram ketanaman hias yang ditanam dalam pot, dan tanaman itu tetap rutin disiram seperti biasa. Dari uji coba tersebut hasilnya adalah tanaman hias itu tewas dalam beberapa bulan (saya jadi merinding). Lantas bagaimana dengan asap rokok yang mengalir dalam darah?

Berikut adalah penyebab saya berhenti merokok:
1. Ikut-ikutan nenek saya. Perlu anda tahu kalau saya jadi perokok karena lingkungan keluarga saya juga. Sebagian besar dari keluarga saya adalah perokok berat. Jadi, nenek saya adalah inspirasi saya untuk berhenti merokok. Nenek mulai menghentikan hobinya pada saat beliau terkena penyakit darah tinggi (hypertensi). Pada saat emosi meningkat nenek sering pingsan, dan akhirnya beliau nekat untuk menghentikan hobinya itu. Dan dengan mudah nenekku berhasil berhenti merokok. Menurutku nenek berhasil karena usianya dan resiko yang telah diterimanya yaitu penyakit darah tinggi yang dideritanya.

2. Masalah keuangan. Sebelum saya bisa mendapatkan uang dari jerih payah saya sendiri, saya tidak menyadari kalau uang sangatlah sulit didapatkan. Tepatnya ketika saya masih sekolah, tidak terasa rokok yang saya hisap adalah uang orang tua. Setelah saya saya tamat sekolah (saya tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena masalah ekonomi), barulah saya merasakan sendiri sulitnya mendapat uang untuk membeli rokok. Mungkin bagi orang yang mendapatkan penghasilan yang cukup, keuangan bukanlah hal yang penghalang untuk membeli sebungkus rokok. Tetapi bagi saya perlu berfikir dua sampai tiga kali hingga akhirnya saya putuskan untuk membeli rokok. Tentu pertimbangan itu karena kepala saya terasa pusing dan darah saya sudah kekurangan nikotin.

3. Dukungan dari keluarga. Saya tidak bisa bicara banyak pada point ketiga ini karena semua orang pasti ingin hidup sehat dan tanpa asap rokok dirumahnya.

4. Saya dikatakan orang munafik. Ada beberapa teman saya yang mengatakan kalau saya adalah orang munafik, karena saya pernah berkata untuk berhenti merokok tetapi kata-kata itu tidak saya tepati. Hal inilah yang menjadi pendorong utama saya. Untuk berhenti merokok memang tidaklah mudah dan ini dialami oleh banyak orang (bukan saya saja). Teman-teman saya (di Kelurahan tempat saya tinggal) tidak mengerti dan tidak mendukung saya untuk berhenti merokok, mungkin bagi mereka “tidak merokok tidak laki”. Akhirnya saya ambil jalan untuk menghindari mereka, karena jika saya terus didekat mereka dan terus meghisap asap rokok mereka sama saja saya jadi perokok pasif. Kita harus tegas terhadap hal yang dapat merugian diri kita. Jadi, inilah penyebab terakhir saya berhenti merokok. Penyebab yang lain tidak dapat saya sebutkan disini cukup saya dan Tuhan saja yang tahu.

Cara Saya Berhenti Merokok
Untuk cara saya berhenti merokok dapat anda baca pada posting saya selanjutnya.
(Insya Allah jika ada umur akan saya posting)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s